Daisypath Friendship tickers

Thursday, August 18, 2011

kak ya bila nk wat sekut raya???



adeihhh lepas sorg2 adik ak dok tnya bla nk wat sekut raya...alasanku xle wat awal2 nty masuk angin xceli ak y mask angin, mana xnya wawaaa thesis lgi, jahit langsir lagi, baju raya lgi...tp td dh selamat beli brg2 nk wat sekut raya..kesian jg adik2 ak skurg2nya ada dh brg even xbt pn lgi hehe...


langir dh 90% siap, baju raya ak n bundaku baju dh siap kain xwat lgi huhu...xde masa...thesis...xbergerak adush...risauu...risauuuu...tp terpaksa berkorban demi family, thesis lepas rayala ak pulun lak huhu...


ni pulun jahit al-sebab xnk ganggu 10mlm terakhir ramadan, skurg2nya just wat sekut jela d siang hari, InsyaAllah...sebab...ak amat SAYANG RAMADAN....xnk biarkn ianya berlalu begitu sja, byk ganjaran pahala y Allah sediakn, lbh2 lgi MALAM LAILATUL QADAR...jum mencari!!!!! InsyaAllah =)


poshaliza, 18082011, 07:10pm...07:30 nk buka puasa dh hehe...
kg changgai, pasir puteh,
kel...

Thursday, August 11, 2011

multitask....waaa

manyaknya keja dlm kepala...
1 - siopkn thesis (doc suh antr dh)
2 - jahit langsir (manyak, 1 kayu uwaa)
3 - jahit baju raya (5 pasang including bj raya my mum)
4 - bakal wat biskut raya (berjenis2 lew)
5 - tolong abah wat umah (gaul semi, tlg tgk hehe)
  
yg plg penting persediaan nk mencari mlm Lailatul Qadar....


tugas harian masak n kemas mmg keja wajibla, tp nasib my mum ada...ringanla...ak ingt ak blik my mum leh dok diam ak wat sume keja, yela kesian jg time ak xde my mum dok wat dh, so nk biar my mum rilex lak...tup2...hurmm byk sgt keja y nk d kejar sblm Aidilfitri bt ak xckp tangan huhu...


dh la semlm keracunan mknan mau x, minum i tebu punyala byk msa berbuka lepas tu dgn hati y senang lepas tarawih ak ngap durian lak seulas...mlm tu termimpi2 ak vomit sedar eemm vomit betul huhu...lembik...xposa, menangis ak syg posa uwaaa...apa ble bt, harini pn perut meragam lgi...dok berjentik2 lgi huhu...ya Allah beriknlah kesembuhan bt ku, permudahkn lah ak utk menjalani ibadat puasa n memperbanyakkn amalan d bln ramadan y mulia ini n pertemukanku dgn mlm Lailatul Qadar ya Allah, ameenn...


klu ble ak nk jg sgt ramadan ni...sbb ak xthu adakh ak akn berjmp lgi or not ngan ramadan pd thn depan...
ya Allah bantu ak, permudahknlah semua urusanku d dunia n akhirat, ameenn..


poshaliza, 
kg. changgai,
pasir puteh, kel...
11082011/02:36pm.




warna kain langsir


sekayu uwaaa

hopela menjadi langsir ni...1st mereka huhu

y selamat d potong =)



y bakal d hentam olehku  =P

kain alas y dh siap, tq abg za =)

still under construction, kesian abah, smpai sakit pinggang...

ruang tamu 1


Friday, July 1, 2011

Cinta Dalam Diam...


Bila belum bersedia melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam ...
Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...
Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merosak kesucian dan penjagaan hatinya..
Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu ..
Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt pilihkan untukmu ...
Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali??
Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah ....
Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ...
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap pada-Nya??
Dan jika memang 'Cinta Dalam Diammu'  itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam ...
Jika dia memang bukan milikmu, Allah, melalui waktu akan menghapus 'Cinta Dalam Diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat ...
Biarkan 'Cinta Dalam Diammu'  itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahsia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu ...
Cintailah ia dalam diam, dari kejauhan, dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
Ketika cinta kini hadir tidaklah untuk Yang Maha Mengetahui saat secercah rasa tidak lagi tercipta untuk Yang Maha Pencipta izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba...mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya...
Jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allahmaka ia pun berhilir hanya kepada Allah..
" Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah ." (QS. Adz Dzariyat:49)
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " (QS. An Nuur: 32)
" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. "  (QS. Ar-Ruum:21)
Tapi jika memang kelemahan masih nyata dipelupuk mata maka bersabarlah... berdo'alah... berpuasalah...
" Wahai kaum pemuda, siapa saja diantara kamu yang sudah sanggup untuk menikah, maka menikahlah, sesungguhnya menikah itu memelihara mata, dan memelihara kemaluan, maka bila diantara kamu belum sanggup untuk menikah, berpuasalah, karena ssungguhnya puasa tersebut sebagai penahannya " (Hadist) "
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. " (QS. Al Israa' :32)
Cukup cintai ia dalam diam...
bukan karena membenci hadirnya.. .tapi menjaga kesuciannya bukan karena menghindari dunia... tapi meraih surga-Nya bukan karena lemah untuk menghadapinya.. .tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyelusup..
Cukup cintai ia dari kejauhan...
karena hadirmu tiada kan mampu menjauhkannya dari cobaan karena hadirmu hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan karena hadirmu mungkin saja akan membawa kenelangsaan hati-hati yang terjaga...
Cukup cintai ia dengan kesederhanaan...
memupuknya hanya akan menambah penderitaan menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan...
Maka cintailah ia dengan keikhlasan...
karena tentu kisah Fatimah dan Ali bin Abi Thalib diingini oleh hati... tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi...?
"...boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. " (QS. AlBaqarah:216) "
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)" (QS.An Nuur:26) "
Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan...
karena tiada yang tahu rencana Tuhan... mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan... serahkankan rasa yang tiada sanggup dijadikan halal itu pada Yang Memberi dan Memilikinya biarkan ia yang mengatur semuanya hingga keindahan itu datang pada waktunya...
" Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga. " (Umar bin Khattab ra.)
sorce - http://www.iluvislam.com/tazkirah/remaja-a-cinta/2529-cinta-dalam-diam.html

Beratnya Ujian Allah....


"...dan tidaklah diuji seseorang itu melainkan dengan kesanggupan..."
Satu ungkapan yang perlu sentiasa kita ingat bila diuji adalah kita bukan tuan dan kita juga bukan Tuhan.
Setiap kali diuji kita tidak berhak bertanya pada diri mahupun pada siapa sahaja kenapa kita dipilih untuk diuji. Hakikatnya itulah kehidupan. Tidak indah tanpa ujian. Sebagai contoh, bila tiba hari raya 3 ekor ayam daripada 10 ekor ayam dalam reban telah dipilih untuk disembelih. Ayam yang dipilih itu tidak berhak bertanya kenapa dia yang dipilih untuk disembelih, kenapa bukan ayam yang lain. Sebab dia bukan tuan. Hanya tuannya yang berhak membuat apa sahaja yang dikehendaki.
Sudah menjadi lumrah alam bila diuji kita akan mencari Tuhan. Sedangkan yang bukan islam pun akan sebut "Oh my God" dan perkataan-perkataan lain yang merujuk kepada "Oh Tuhan". Sebagai umat Islam kita akan memohon petunjuk daripada Allah S.W.T setiap kali kita ditimpa musibah dan kesakitan kerana hanya Dia yang memahami hati kita, hanya Dia yang sentiasa ada tidak kira siapapun kita, dimana kita berada.
Ingatlah, kita bukan pemilik. Sampai waktu dan ketika kita mesti memulangkan kembali apa yang dipinjamkan sementara untuk kita. Allah jualah pemilik segala yang diciptakanNya. Terkadang kita merasa kitalah yang paling hebat diuji. Selepas satu ujian, menyusul pula ujian lain yang lebih berat. Sedangkan orang lain lagi berat diuji, bertimpa-timpa. Kenapa kita memikirkan kaki kita yang tidak berkasut sedangkan ramai lagi yang tidak berkaki? Fikirkan kembali dosa dan kesalahan yang pernah kita buat disebalik ujian yang ditimpakan untuk kita.
Sentiasalah bersyukur atas rahmat dan ujian yang diberikan Allah. Fikirkan hikmah yang diaturkan Allah disebalik ujian yang ditimpakan buat kita. Sentiasa memohon diberikan hati yang kuat untuk menghadapi ujian tersebut sbb kita bukan manusia yang sempurna yang dapat menempuhi ujian itu dengan cara yang paling tenang.
"Ya Allah, dunia yang Engkau hamparkan ini indah, tetapi durinya sering menusuk. Nikmat yang Kau berikan takkan dapat untukku menghitungnya. Tetapi ya Allah, hambaMu ini sering alpa dan lena dek buaian mimpi yang tak sudah. Ya Allah, ujian yang Engkau berikan terasa begitu memeritkan, kadangkala ianya menguji kesabaran dan keimananku yang terkadang nipis, senipis kulit bawang. Ya Allah, jika ini ujian yang harus untukku lalui, bantulah aku. Agar aku tidak tersasar dari jalanMu. Agar aku bersyukur dengan ujianMu ini ya Allah"
Buat insan yang sedang diuji, bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama-sama kamu. Percayalah, Allah mendengar segala tangisan dan kesedihanmu itu. Ingatlah ujian Allah ini bukan satu penyiksaan, tetapi hakikatnya engkaulah insan yang terpilih. Bersyukurlah kerana diantara yang lain kita insan terpilih untuk diuji sedangkan orang lain langsung tidak tersenarai. Besarnya kasih sayang Allah pada kita. Engkaulah insan yang layak menerima rahmat dan keredhaanNya, sekiranya engkau sabar dan redha.
http://www.iluvislam.com/tazkirah/nasihat/2851-beratnya-ujian-allah.html
source - 

Friday, June 17, 2011

Duhai SAKARATULMAUT...


Jiwa meregang...
Tubuh pun bergetar-getar hebat, berbaur jeritan ketakutan
atau linangan air mata bahagia kerana ingin bertemu Rabb-Nya.
Ditarik, dan dicabut dari setiap urat nadi, syaraf,
dan akar rambut. Ini sebuah Titah, ia harus kembali
kepada pemilik-Nya.
Allahu Akbar, janji-Mu telah tiba.

Yaa Robbi... alangkah sakit dan pedih.
Perih laksana tiga ratus tusukan pedang, atau ringan
bagaikan sebuah pengait saat dimasukkan dan ditarik
dari gumpalan bulu yang basah. Duhai jiwa, seandainya
engkau tahu bahawa sakaratul maut itu lebih ngeri dan
dahsyat dari semua sketsa yang ada.

Sayup terdengar lantunan ayat suci Al Qur'an, dan
sesegukan air mata yang tumpah. Lalu, hening berbalut sepi.
Semakin hening, bening..., menggantikan hingar bingar
dunia di kala pagi yang penat dan siang yang meranggas. 

Diam pun menyisakan kepiluan, kesedihan
atau berjuta kenangan. 

Dia telah pergi, dan tak akan
pernah kembali.

Yaa Allah..., inikah kepastian yang telah Engkau tetapkan?

Di mana tumpukan harta yang telah terkumpul sekian lama? Pelayan yang setia, rumah mewah, kendaraan, kebun rindang dan subur, pakaian yang indah, dan orang-orang tercinta, dimanakah kini kamu berada?

Semua telah direnggut kematian, dicampakkan, dan dihempaskannya kenikmatan dunia yang dahulu terlalu dielu-elukan. Adakah segala amanah dapat menuai pahala, duhai Allah.

Kegelapan pun menyeruak, hitam pekat laksana jelaga, sungguh mengerikan sebagian jiwa yang akan berteman dengan amalan jahat hingga tibanya hari kiamat.

Mencekam, berbaur jeritan keras memekakkan telinga,
"Jangan Kau datangkan kiamat yaa Allah, sungguh aku disini sudah sangat tersiksa!!!" saat diperlihatkan tempatnya di neraka.

Bagi sebagian lainnya, alam kubur justru membuat bahagia. Berteman amal sholeh yang diibaratkan sebagai manusia dengan paras sangat menyenangkan. Lalu ia pun menjerit, menangis bahagia saat ditunjukkan tempatnya di surga, "Datangkan hari kiamat sekarang yaa Allah, aku ingin segera ke sana!!!"

Kematian...
Erat menyiratkan takut dan pilu serta lantunan senandung duka. Menciptakan nada-nada pedih dan gamang yang kadang menghujam iman, hingga hati pun bertanya, mengapa selalu ada perpisahan? Rasa itu menghantam dan menikam pada keluarga yang ditinggalkan.

Namun kematian adalah suatu keniscayaan, karena ia telah dijanjikan. Kematian pun hakikatnya adalah sahabat akrab bagi setiap yang bernyawa. Sayang, kesadaran itu begitu menghentak saat orang-orang yang kita cintalah yang direnggutnya. Ketika itu auranya begitu dekat, serasa setiap helaan nafas beraroma kematian.

Duhai jiwa...
Sadarkah engkau bahwa kelak kuburan adalah tempat peristirahatan? Sudahkah engkau siapkan malam pertama di sana, seperti kau sibukkan diri menjelang malam pertama pernikahan? Tidakkah engkau tahu bahwa ia adalah malam yang sangat mengerikan, malam yang membuat orang-orang sholeh menangis saat memikirkannya.

Kau gerakkan lidah ini untuk membaca Al Qur'an, tetapi tingkah lakumu tak pernah kau selaraskan. Kau kenal setan, tapi mereka kau jadikan teman. Kau ucapkan bahwa RasuluLlah SallaLlaahu Alayhi Wasallam adalah kecintaan, namun sunnah-Nya kau tinggalkan. Kau katakan ingin masuk surga, tapi tak pernah berhenti berbuat dosa. Tak henti-hentinya kau sibukkan dirimu dengan kesalahan saudaramu sendiri, padahal engkau pun bukan manusia suci. Saat kau kebumikan sahabat-sahabat yang telah mendahului, mengapa kau mengira dirimu tak akan pernah mati?

AstaghfiruLlah al 'adzim...

Duhai Allah...
Engkau yang Maha Mendengar
Dengarkan munajat ini yaa Robbi, berilah kesempatan untuk kami selalu memperbaiki diri. Jadikan diri ini bersih, hingga saat menghadap-Mu nanti

Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut
Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut
Allaahumma hawwin 'alainaa fii sakaraatil maut

Ringankan kematian kami yaa Allah, mudahkanlah duhai
Pemilik Jiwa
Jadikan hati ini ikhlas saat malaikat maut menyapa
Hingga kematian menjadi sangat indah, kematian yang husnul khaatimah

Salam Ukhuwah..~



source - http://www.facebook.com/photo.php?fbid=233704583309843&set=at.134683969878572.25409.133147833365519.100000363882626&type=1&theater

Monday, June 6, 2011

Bila Cinta...




hehe...mesti sume org kta dh lapuk dh ni hehe...tp..enth xpuas dgr lagu ni..coz lirik n muzik dia mmg berantu, mendayu2.... cedih   :'(   
terkena ke za? opzzz hihihiiii....  ;)

Sunday, June 5, 2011

Bunga Idaman...


Petang tadi terlihat kepadaku sekuntum bunga. Kelopaknya indah dan berwarna-warni. Aku cuba mendekatinya tapi niatku terbantut tatkala melihat duri-duri tajam di batangnya; pasti duri-duri itu akan melukai jemariku. 
Aku cuba mencium baunya tetapi amat payah lantaran sukar memegangnya. Aku mengeluh sendiri mencari bunga cantik yang bisa kusentuh lalu kuterlihat kepada sekuntum bunga tidak jauh dariku.
Aku menghampiri bunga itu.
Ia nampak cantik dari jauh. Kulihat batangnya yang tidak berduri, lalu aku sentuh dan aku cuba menciumnya tapi tak lama kemudian aku lepaskannya.
Baunya cukup membuatkan aku loya lalu aku terdengar suara manusia lain dibelakangku; sepasang adam dan hawa sedang bermanjaan. Lagak mereka sungguh menjengkelkan.
Aku mengumpat di dalam hati; rasa marah bila hukum Tuhan tak diendahkan.
Tak lama kemudian si adam memarahi si hawa. Aku hanya melihat dari jauh seperti menonton drama di televisyen lalu si adam meninggalkan si hawa seorang diri. Dia membiarkan gadis manis itu menangis hiba.
Pada masa yang sama aku terpandang seorang hawa berpakaian serba sopan, sederhana gayanya. Dia berjalan tidak jauh dariku.
Pakaiannya labuh tidak meransang nafsu. Alangkah senang hatiku melihatnya. Dia berjalan sambil menundukkan pandangannya. Adam di sisi langsung tidak menegur bukan kerana benci tetapi tanda hormat.
Aku tersenyum sendiri teringatkan dua kuntum bunga yang baru tadi aku lihat.
Aku mula bermonolog..
Bunga yang berduri itu pasti susah didekati sang kumbang. Bunga yang busuk itu pasti sudah dihisap madunya oleh sang kumbang lalu kumbang itu meninggalkannya setelah puas madunya dihisap.
Aku melihat kembali ke arah dua hawa tadi lalu aku bingkas bangun.
Siapakah aku?
Aku tergolong dalam kelompok bunga yang mana?
Tiba-tiba aku menangis merenung diriku sendiri...
"Ya Allah! Jadikanlah aku bunga idaman para mujahid... bunga idaman agama! Aku mahu kelopakku indah tanpa sedikitpun kotoran. Jadikanlah aku wanita solehah, wanita mukminah!"
Moga diriku seperti Khadijah, Masyitah, Aisyah, Muthiah dan Ainul Mardiah! Aku ingin menjadi bunga idaman Islam.

Panduan Memilih Jodoh...



Mencari pasangan hidup bukan mudah. Pasangan hidup maknanya pasangan untuk hidup bersama, bukan sekejap.
Jika umur panjang mungkin bersama sehingga 50 tahun.
Bangun bersama, makan bersama, berbual bersama, tidur bersama.
Berkongsi anak, berkongsi rumah, berkongsi rasa, berkongsi kasih.
Maka, mencari pasangan hidup ini memang perkara serius. Serius. Memang serius.
Jangan akibat si dia mengurat anda, maka anda terus terpesona dan bersetuju. Jangan semata si dia comel atau glamour, maka anda terus mengambilnya.
Fikir betul-betul. Solat istikharah dan banyakkan berdoa. Selagi belum tenang jiwa, tunggu dulu. Usah tergopoh gapah. Mencari jodoh, perlukan panduan. Perlu ada sandaran ilmu dan petunjuk.
Dalam banyak-banyak penulisan saya suka memetik sebahagian dari artikel Ust Hasrizal (Abu Saif) dalam lamannya SaifulIslam.com.
Antara yang menarik tulisan berikut:
Hadis Nabi SAW yang diulang-ulang sebagai slogan memanifestasikan keinginan berumahtangga.
Bukan tidak banyak penjelasan tentang hadis ini di pelbagai sumber maklumat yang ada. Tetapi sering anak muda kecundang dalam mengimbangkan kefahamannya dalam konteksTEPAT dan JELAS.
Selagi mana tidak tepat, selagi itulah jalannya tersasar ke sana sini. Kehidupan yang tidak ditentukan arahnya, adalah kehidupan yang tidak tentu arah.
Apa Tujuan Berumahtangga?
"Begin with the end in mind", adalah slogan kita untuk menepatkan matlamat kehidupan dan segenap peringkat perjalanannya.
Soal menentukan matlamat yang tepat, tidaklah begitu susah.
Berkahwin kerana harta? Harta bukan sumber bahagia.
Donald Trumph yang kaya raya itu pun pernah mengeluh dalam temubualnya bersama John C. Maxwell, "aku melihat ramai orang yang lebih gembira hidupnya dari hidupku.
Padaku mereka itulah orang yang berjaya. Tetapi semua orang mahu menjadi aku"
Harta bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
Berkahwin kerana keturunan? Keturunan bukan jaminan sumber bahagia.
Syarifah hanya boleh berkahwin dengan Syed? Puteri hanya layak untuk Megat?
Atau pantang keturunan berkahwin dengan ahli muzik bak kata Mak Dara?
Soal keturunan bukan penentu mutlak kerana setiap manusia lahir dengan fitrah yang satu dan murni, lantas setiap mukallaf dan mukallafah mampu kembali kepada kemurnian itu, biar pun lahir ke dunia tanpa bapa yang sah sekali pun.
Keturunan bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
Berkahwin kerana kecantikan? Ahh, yang ini rumit barangkali.
Cinta itu dari mata turun ke hati. Maka mata pemutus pertama.
Jika berkenan di mata, mudahlah mata memujuk hati.
Tetapi selama mana kecantikan menyenangkan kehidupan?
Kecantikan, biar secantik mana pun, akan pudar dengan perjalanan masa. Kecantikan, biar secantik mana sekali pun, boleh dicabar oleh naluri manusia yang mudah kalah dengan alasan JEMU.
Mahu berkahwin sementara cantik, dan buang selepas cantik dan kacak bergaya itu dimamah usia?
Cantik bukan sumber bahagia, ia bukan matlamat atau pertimbangan utama dalam menentukan pemilihan pasangan.
"Maka pilihlah yang memiliki agama... nescaya sejahtera hidupmu", pesan Nabi SAW.
Benar sekali, pilihlah yang beragama.
"Maka saya kena kahwin dengan ustazah, saya kena kahwin dengan ustaz!", kata seorang pelajar 'bidang bukan agama'.
Penyakit "Tidak Jelas"
Setelah begitu tepat sekali kita menolak harta, keturunan dan rupa paras sebagai sebab untuk memilih pasangan, tibalah kita kepada masalah paling besar menguruskan fikiran tentang perkahwinan, iaitu penyakit "tidak jelas", apabila tiba kepada soal beragama.
Apakah yang memiliki agama itu mesti seorang yang ustazah atau ustaz?
Maka berkahwin dengan golongan ini, jaminan bahagia. Benarkah begitu?
Di sinilah penting untuk kita bezakan golongan yang TAHU agama, MAHU beragama danMAMPU dalam beragama.
Soal mendapatkan ilmu sebagai jalan beragama, adalah prinsip besar di dalam Islam. Lihat sahaja langkah pertama proses wahyu, ia bermula dengan perintah BACA sebagai wasilah menggarap pengetahuan.
Tetapi apakah TAHU itu merupakah maksud kita beragama dengan agama Islam ini?
Sejauh mana gred 'A' yang digarap dalam subjek "PengeTAHUan Agama Islam" menjadi bekal dan perisai generasi Muslim dalam beragama?
"Yang memiliki agama" itu lebih luas dari sekadar sempadan tahu agama. Ia adalah soal MAHUyang menjadikan pengetahuan agama itu dihayati, dan MAMPU dalam erti dia sentiasa bermujahadah untuk memperbaiki diri.
Maka janganlah disempitkan maksud mencari yang beragama itu hanya pada mereka yang berlabelkan "jenama TAHU agama" tetapi apa yang lebih penting adalah mereka yang MAHUdan terbukti pada perbuatan hariannya dia sentiasa berusaha menuju MAMPU.
Dia mungkin seorang ustazah.
Dia juga mungkin seorang jurutera dan doktor.
Dia mungkin bertudung labuh.
Dia juga mungkin belum bertudung tetapi sentiasa mencari jalan untuk menuju kesempurnaan kebaikan. Dia seorang yang membuka dirinya untuk dibimbing dan diajar. Seorang yang 'teachable".
Hanya 'Beragama'?
Ada pula yang menyangka bahawa kebahagiaan rumahtangga itu terletak pada beragamanya pasangan kita. Soal harta, keturunan dan rupa paras tidak punya sebarang makna.
Maka jadilah seorang perempuan itu fasih lidahnya tentang agama dan rapi pakaiannya sebagai isyarat dia beragama, tetapi dia tidak mengetahui nilai harta.
Dia boros dan tidak bijak menguruskan harta rumahtangganya.
Dia nampak elok beragama, malah mungkin seorang pejuang agama, tetapi dia tidak peduli nilai keturunan dan kekeluargaan.
Dia tidak menghargai keluarganya sendiri, tidak menghargai keluarga suami atau juga keluarga isteri.
Padanya, soal keluarga dan keturunan bukan urusan agama.
Dia bijak dalam memperkatakan tentang agama, tetapi dia menjadikan alasan agama untuk tidak peduli kepada penampilan diri. Pakaiannya selekeh atas nama agama, kulitnya tidak dijaga bersih, beralasankan agama.
Jika perempuan, dia tidak peduli untuk mewangikan diri atau bersolek mengemas diri, kerana padanya itu semua bukan kehendak agama, dan si suami menikahinya bukan kerana itu.
Saban hari mukanya bertepek dengan bedak sejuk dan tubuhnya bersarung baju kelawar. Hambar..
Jika lelaki, dia biarkan diri selekeh dan sentiasa berkemban di dalam kain pelekat dan baju pagoda, membiarkan bau peluh jantannya tidak berbasuh, kerana semua itu tiada kena mengena dengan agama.
Jadilah agama, sebagai alasan untuk sebuah rumahtangga itu menjadi rumahtangga terhodoh, terburuk dan terselekeh... atas nama berkahwin kerana beragama.

chatro0m...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com